Mana Yang Lebih Untung: Mempertahankan Unit Drill Lama Atau Pengadaan Unit Baru?

Pengujian Lapangan Untuk Pertimbangan CapEx dan OpEx

 Beberapa waktu lalu, tim Abdiyasa bersama mitra melakukan audit dan pengujian kerja lapangan (field trial) pengeboran untuk mengetahui tingkat efisiensi dan produktivitas unit lama.

Di tengah ketatnya efisiensi biaya operasional (OpEx) di sektor pertambangan dan kuari, konsumsi bahan bakar serta laju produksi pengeboran (drill rate) menjadi perhatian utama para pengelola site. Banyak mitra yang menghadapi kendala serupa: jatah konsumsi BBM terus membengkak sementara target meter bor harian makin lambat dicapai akibat penurunan performa dan tingginya akumulasi jam kerja unit eksisting.

Untuk menjawab tantangan tersebut secara objektif, tim Abdiyasa melaskanakan field trial secara langsung di lokasi proyek.

Metode Pengujian Head-to-Head di Lokasi Kerja

Pengujian dilakukan dengan mengoperasikan unit surface drill rig Sandvik Ranger DX800 (DM01) berdampingan langsung (head-to-head) dengan unit-unit bor eksisting (DM02, DM03, dan DM04) yang beroperasi di site tersebut.

Sebagai informasi awal, akumulasi jam kerja (Engine & Percussion HM) pada unit baru DM01 adalah 1.520 Engine HM dan 429 Percussion HM. Sementara, unit-unit bor eksisting di site memiliki jam kerja yang jauh lebih tinggi: DM02 sebesar 28.242 Engine HM (9.613 Percussion HM), DM03 sebesar 15.310 Engine HM (6.469 Percussion HM), dan DM04 sebesar 1.765 Engine HM (5.530 Percussion HM).

Seluruh unit diuji pada formasi batuan dan kondisi medan yang persis sama. Parameter pengukuran mencakup total kedalaman bor, laju penetrasi, konsumsi Solar Industri secara real-time, serta catatan akumulasi jam kerja mesin (Engine HM / Hour Meter) dan jam pemukul (Percussion HM) untuk memberikan gambaran tingkat keausan alat secara transparan.

Hasil Pencatatan Data Lapangan

Berdasarkan log data operasional harian selama masa pengujian, berikut adalah rangkuman data komparasi performa dan akumulasi jam kerja masing-masing unit:

  • Efisiensi Bahan Bakar (BBM per Meter): Unit Sandvik Ranger DX800 (DM01) mencatatkan konsumsi BBM sebesar 1,2 Liter/meter. Dibandingkan unit eksisting DM02 (1,7 L/m), DM03 (2,1 L/m), dan DM04 (2,0 L/m), pengoperasian unit Sandvik terbukti 32% hingga 42% lebih hemat bahan bakar per meter kedalaman bor.
  • Laju Penetrasi Pengeboran (Drill Rate): Kecepatan pengeboran DM01 mencapai 22,8 meter/jam, melampaui produktivitas unit eksisting DM02 (17,8 m/jam), DM03 (16,7 m/jam), dan DM04 (15,0 m/jam). Hal ini memberikan peningkatan laju produksi hingga 52% lebih cepat.
  • Ketahanan Rock Tools & Total Biaya: Penggunaan mata bor spesialis Sandvik Retrac Bit pada unit DM01 berhasil memperpanjang usia pakai bit hingga 000 meter (dibandingkan button bit konvensional sebesar 9.500 meter). Alur khusus pada retrac bit mencegah kejepitan pada batuan retak, sehingga menekan total biaya BBM dan rock tools per meter hingga 13%.
Dampak Bisnis bagi Mitra

Pengalaman uji lapangan ini memberikan gambaran yang jelas bagi jajaran manajemen site: mempertahankan unit tua berakumulasi jam kerja tinggi dengan alasan menghindari investasi awal (Capital Expenditure) justru memicu pembengkakan biaya harian (Operating Expenditure) yang jauh lebih besar dari konsumsi BBM dan biaya pemeliharaan mendadak.

Melalui pendampingan teknis langsung dan penyediaan unit presisi, Abdiyasa berkomitmen untuk terus membantu mitra mengoptimalkan Total Cost of Ownership (TCO) berbasis data empiris yang terbukti di lapangan.

Ingin mengetahui potensi penghematan konsumsi BBM dan evaluasi performa pengeboran di site Anda? Hubungi tim teknis Abdiyasa melalui kontak resmi kami untuk penjadwalan audit lapangan bersama engineer kami.

Scroll to Top